Friday, July 25, 2008

TERAPI ANAK AUTIS DAN BERKEBUTUHAN KHUSUS?



BIOMEDIS TERAPI
PENGOBATAN KHUSUS ANAK AUTIS HIPERAKTIF, DOWN SINDROM



BISA DIBUKTIKAN !!

DENGAN METODE BERBEDA ..

TIDAK DIMILIKI TERAPIS MANAPUN...

TERBUKTI EFISIEN DAN EFEKTIF


______________________________________________________









BIOMEDIS TERAPI
Bpk.Drh.HARIS GUNTUR HAKTITA


(Alumni Medicine Veteriner UGM )

Telp : 0274-780 6 555 , 081 229404040
Web : www.autismaterapi.blogspot.com

Alamat : Warungboto UH IV/ 683 Umbul Harjo, Yogyakarta

MAKSUD DAN TUJUAN


Seperti kita ketahui bahwa manusia terdiri dari jiwa dan raga, manusia lahir dari bayi kecil hingga membesar dewasa karena adanya pertumbuhan sel baik secara kuantitas maupun kualitas yang dibutuhkan agar terjadi pertumbuhan sel yang normal adalah suplai nutrisi lewat pembuluh darah dan aliran sistem syaraf berupa gelombang elektromagnetik ke semua sistem syaraf secara stabil.


Dari beberapa sampel anak yang mengalami gangguan pertumbuhan baik wicara maupun perilaku saat menjalani uji rekam otak terlihat adanya ketidakstabilan induksi gelombang elektromagnetik yang bisa terjadi pada syaraf perifer maupun syaraf pusat, hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap ketidaknormalan si penderita khususnya pada sistem syaraf motorik halus dan kasar.


Maksud dan tujuan terapi ini adalah memberikan stimulan gelombang elektromagnetik yang menginduksi pada semua sistem syaraf agar tercapai kondisi perkembangan pada semua sistem yang normal.

METODE TERAPI

Dengan sistem stimulasi penyinaran/ gelombang elektromagnetik.
Induksi gelombang elektromagnetis antara penyembuh/ penghusada dengan pasien.
Perendaman kaki dengan larutan neurotransmitter yang berguna untuk menyeimbangkan sistem syaraf kanan dan kiri (Symphatetik Kiri dan Kanan).
Tanpa menggunakan obat-obatan ataupun jamu ataupun benda lainnya seperti jarum .


WAKTU DAN LAMA TERAPI
  • Terapi diusahakan pada kondisi pasien tenang (tidak banyak bergerak) bisa dilakukan saat pasien duduk atau tidur (siang / malam).
  • Terapi oleh penghusada dilakukan seminggu 2 x dengan lama terapi ± 30 menit, termasuk konsultasi dengan orangtua pasien.
  • Terapi perendaman kaki dengan larutan hangat neurotransmitter dilakukan pasien dirumah sebanyak 2 x, satu kali saat tidur malam, satu kali pagi atau sore. Lama perendaman 10 s.d. 15 menit.

PREDIKSI KESEMBUHAN
Dari semua pasien yang telah ditrapi menunjukkan perubahan ke arah anak normal, perubahan tercepat pada 2 bulan pertama setelah terapi. Pada bulan-bulan selanjutnya tetap ada perubahan tetapi tidak secepat saat 2 bulan pertama terapi. Terapi bisa berlangsung antara 2 bulan hingga 6 bulan tergantung derajat kelainan/ kekurangan pasien.

TINGKAT PENYEMBUHAN
Analisa terhadap semua pasien yang telah diterapi menunjukkan perubahan ke arah anak normal dengan tingkat kesembuhan 60% hingga 99% tergantung derajat kelainan/ kekurangan pasien.



FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan baik saat dalam masa terapi mapun setelah terapi.
  • Masa terapi
    Pasien harus secara rutin mengikuti terapi, tanpa terputus.
    Saat terapi diusahakan pasien dalam kondisi tenang (tidak stress, menangis, dll
    ).
    Perendaman kaki dirumah dilakukan secara terus menerus, rutin.

  • Setelah Terapi
    Pasien harus tetap dijaga ketenangan dan ketentraman psikologisnya, jangan sampai terjadi stress pada pasien yang terus-menerus karena akan berpengaruh terhadap kondisi anak.
    Menjaga ketentraman di lingkungan anak berada, khususnya hubungan antara anak dengan orang tua mapun diantara orang tua, karena hubungan batin antara anak dengan orang tua tetap ada dan sangat berpengaruh terhadap kondisi anak.



JANGAN TERLAMBAT UNTUK MEMBERIKAN PENANGANAN YANG SEGERA!!!

BAGAIMANAPUN..HIDUP LAYAK ADALAH HAK MEREKA JUGA..!!!

PERHATIAN!!!

KAMI TIDAK MEMBUKA CABANG ..

HINDARI TERAPI YANG TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN DAN TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN



Bayi Lahir Kerdil dan Prematur Rentan Mengidap AutisPenelitian terbaru tentang autis, seperti yang ditulis jurnal situs "US News & World Report", 2 Juni kemarin. Pada artikel kesehatan yang ditulis oleh Amanda Gardner itu disebutkan bahwa anak yang lahir dengan berat di bawah normal atau sebaliknya memiliki berat dua kali dari normalnya, berisiko tinggi akan mengidap autis. Penemuan ini juga telah dibahas secara khusus dalam jurnal kesehatan "Pediatrics" edisi Juni. Dalam jurnal itu disebutkan, risiko terserang gangguan pertumbuhan, seperti yang terjadi pada anak autis, juga akan lebih mudah terkena pada anak perempuan yang memiliki berat badan di bawah berat normal sejak ia dilahirkan.
Hasil studi kasus yang dilakukan oleh para peneliti dari US Centers for Disease Control and Prevention itu, setidaknya telah menguak penyebab kelainan autis yang selama ini masih belum jelas. Namun bukan tidak mungkin dengan adanya penemuan ini akan bermanfaat bagi pasien yang memiliki gejala mirip di masa mendatang. "Penemuan ini setidaknya telah memberikan kita petunjuk (tentang autis), yang selama ini masih minim. Namun demikian, petunjuk ini bukan juga menjadi alasan segalanya bagi para dokter anak untuk mendiagnosa anak yang diduga mengidap autis," ujar Dr Cindy Molloy, seorang peneliti autis sekaligus asisten professor di bidang kesehatan anak pada "Center for Epidemiology and Biostatistics" pada rumah sakit khusus anak "Cincinnati".
Hasil penemuan ini juga memperkuat alasan kepada para orangtua untuk lebih memberikan pengawasan ekstra terhadap anak yang lahir di bawah ukuran normal, atau untuk anak yang mengalami masalah tingkah laku tentang bagaimana seharusnya mereka diperlakukan, ujar Diana Schendel, tim peneliti kesehatan di "CDC's National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities".Apa yang dinamakan selama ini "spektrum pengidap autis" tak lain adalah gejala berkembangnya kelainan pada anak ditandai dengan masalah komunikasi dan adanya masalah pada sikap bersosialosasi. Dari hasil data penelitian "National Institute for Neurological Disorders and Stroke", diperkirakan akan selalu ada sekitar tiga dari 1.000 anak yang rentan menderita autis di Amerika. Namun, diperkirakan perkembangannya empat kali lebih cepat daripada anak perempuan.

***
Studi sebelumnya sebenarnya pernah menunjukkan bahwa kelahiran anak di bawah berat normal dan lahir prematur diduga menjadi faktor utama penyebab munculnya gejala autis pada anak. Padahal, alasan yang berkaitan antara kedua faktor dengan autis ini, sebelumnya belum bisa dibenarkan oleh para ahli. Sebelumnya juga, dari hasil penelitian yang belum lama ini dilakukan para peneliti di Kanada menjelaskan, anak yang lahir prematur dengan berat di bawah normal - sekitar 3, 3 pounds --, seperti terlihat dari hasil tes menunjukkan gejala autis yang lebih positif.
Namun dikatakan, penemuan itu pun masih belum bisa dijadikan alasan kuat, dan masih perlu penelitian lebih lanjut.Namun, alasan itu baru bisa dibenarkan setelah adanya penemuan para ahli kesehatan yang sama di Kanada baru-baru ini. Para ahli kesehatan itu meneliti 565 anak yang mengidap autis yang lahir di kota metropolitan Atlanta antara 1986 hingga 1993 yang memiliki kesamaan beberapa karakter ketidakmampuan seperti yang diderita kebanyakan pengidap autis seperti keterlambatan mental, kelumpuhan otak, gangguan pendengaran dan masalah penglihatan, lalu membandingkan mereka dengan sejumlah anak yang tidak mengidap autis. Dari keseluruhan penelitian disimpulkan, kelahiran dengan berat di bawah normal erat kaitannya dengan munculnya gejala autis dua kali lipat dibandingkan faktor lainnya. Disimpulkan, bahwa gejala itu lebih rentan terkena pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Juga disimpulkan, bagi semua penderita gejala autis yang sebelumnya lahir dengan berat badan di bawah berat normal, memiliki gejala gangguan pertumbuhan yang lebih tinggi, khususnya pada masalah keterlambatan mental. Selain itu, ditemukan juga bahwa risiko terkena masalah pertumbuhan (seperti yang terjadi pada pengidap autis) memiliki dampak dua kali lipat lebih besar akan terjadi pada bayi yang lahir prematur, meski sebelumnya risiko ini dikatakan lima kali lebih besar kemungkinannya terjadi pada bayi perempuan. "Penemuan ini dulu telah menjadi studi pertama yang memiliki cukup banyak sampel untuk membuktikannya kepada bayi perempuan," jelas Molloy. "Dengan adanya penemuan ini, mereka benar-benar sanggup mengungkap fakta sebenarnya tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan." Bahkan, risiko tinggi terjangkit autis seperti yang terlihat dari kelahiran dengan berat badan di bawah normal dan dampak prematur awalnya tak pernah diduga akan berdampak besar pada gangguan-gangguan, seperti keterlambatan mental, kelumpuhan otak, gangguan pendengaran dan masalah penglihatan. "Belum jelas alasannya mengapa bayi yang lahir dengan berat badan badan di bawah standar atau juga yang lahir prematur memiliki risiko tinggi akan mengidap masalah-masalah pertumbuhan ini," kata Schendel. Namun, kedua faktor ini akan menjadi penanda adanya indikasi janin lemah, yang menjadi masalah adanya gangguan syaraf yang memperlambat pertumbuhannya. Dengan kata lain, bayi yang lahir dengan ukuran kerdil atau prematur memiliki kaitan erat dengan faktor-faktor yang dapat membahayakan pertumbuhan syaraf janin, seperti terjadinya infeksi selama masa kehamilan, kata Schendel.

Tuesday, April 29, 2008

PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN

Beberapa hal yang sering ditanyakan kepada kami

Apakah kami dapat membeli lampu untuk terapi dan garam neurotransmitter dan menggunakannya untuk terapi anak kami dirumah ?
Jawab : Bila Bapak/Ibu menggunakan neurotranmitter dan lampu sinar untuk terapi sendiri dilakukan dirumah, saya khawatir justru akan menimbulkan ketidak seimbangan gelombang otak anak . Karena neurotranmitter, sinar dan penghusada adalah satu kesatuan, dan lama penggunaan nya antara 1 anak dengan anak yang lain juga berbeda. Perlu diketahui bahwa metode yang kami terapkan adalah sangat spesifik sehingga tidak semua orang bisa mempelajarinya. Terapi kami adalah terapi untuk menyeimbangkan gelombang otak, dimana gelombang otak ini berperan besar dalam perilaku anak. Pada anak berkebutuhan khusus, nampak bahwa salah satu otak nampak dominan, pada bagian yang lain kurang berperan.


Berapa lama waktu penyinarannya? Apakah menimbulkan rasa sakit atau trauma pada anak ?

Jawab : Metode terapi tidak akan menimbulkan trauma ataupun rasa sakit pada anak. Bisa dibandingkan bila menggunakan metode terapi lain , seperti tusuk jarum. Sinar lampu hanya dilakukan selama 10-15 menit, sedangkan fokus terhadap penyinaran adalah berbeda antara satu anak dengan anak lainnya. Rasa hangat akan timbul, namun tidak akan menimbulkan rasa sakit, trauma.Sehingga anak tidak akan merasa takut bila di terapi.Bahkan, kami tidak menyentuh anak pada saat terapi.

Berapa lama terlihat adanya perubahan pada anak dengan menggunakan terapi ini?
Jawab : Sekitar 1 bulan sudah terlihat , dan semakin meningkat pada bulan ke 2 . Lama tidaknya masa terapi tergantung derajat sakit si anak. Seperti ada anak yang telat bicara , setelah di terapi pada bulan ke 2 sudah mulai berbicara. Sedangkan pada anak hiperaktif , sudah bisa diarahkan sejak terapi bulan ke 2, selain itu ada perubahan lainnya yang menunjukkan kearah positif. Selain itu juga ada perubahan pada anak seperti perilaku yang lebih baik, mudah diarahkan, wajahnya tampak lebih cerah, pola tidur yang teratur dan masih banyak lainnya.

Apakah selama terapi tetap harus diet?
Jawab : Tentu saja, karena diet sangat berperan penting terhadap perkembangan anak. Hindari terhadap makanan yang mengandung terigu, susu dan kacang-kacangan seperti kedelai. Ada anak yang diterapi, ketika disekolah tiba-tiba sering mengamuk, ketika di tanya ternyata disekolha sering diberikan makan yang mengandung terigu. Tentunya perlu dukungan orangtua dan sekolah untuk mendukung anak berkebutuhan khusus ini.

Apakah anak harus diterapi dalam kondisi tidur ?
Jawab : akan jauh lebih efektif bila dalam kondisi tidur , walaupun bisa juga dalam kondisi tidak tidur asal bisa tenang, karena dalam kondisi yang tenang akan mampu menyerap hasil terapi dengan jauh lebih baik.

Sejauhmana peran orangtua dalam terapi?
Jawab : Orangtua harus teratur merendam larutan neurotranmoitter dengan air hangat selama masa terapi. Perlakuan ini berbeda dengan istilah detoks, karena fungsinya adalah menyeimbangkan gelombang otak anak. Selain itu perlu diciptakan lingkungan baik di sekolah mapun dirumah yang mendukungnya, juga jangan memanjakannya, ajaklah ia dalam permainan yang merangsang otaknya.

Sejauhmana efektif terapi ini?
Jawab : Terapi ini sangat efektif namun tanpa efek samping yang merugikan anak, selain itu juga btuh sekali perhatian dan dukungan orangtuanya baik selama terapi maupunsesudah terapi. Kami menjamin bahwa dengan kerjasama terapis dan orangtua akan jauh lebih baik dan lebih cepat bila dibandingkan ke medis. Bisa anda bandingkan melalui metode medis, silahkan dibuktikan.


Apakah dibutuhkan suplemen pada anak selama terapi ?
Jawab :Suplemen ini bersifat mendukung terapi, mempercepat proses regenerasi sel otak. Tentunya terapis akan memberikan informasi mengenai suplemen yang sesuai dengan kebutuhan si anak, karena satu anak dengan yang lain adalah berbeda suplemen yang dibutuhkannya.
Apakah autismaterapi membuka cabang di tempat lain?
Kami tidak membuka cabang di tempat lain, dan kami tidak memberikan pengajaran metode kami karena sulit untuk dipelajari oleh awam namun secara logika ini adalah yang terbaik.
Apakah autismaterapi menyediakan tempat penginapan bagi pasien dari luar kota?
Kami menyediakan tempat, dan akomodasi lain bagi pasien yang akan terapi dari luar kota. Silahkan menghubungi kami terlebih dahulu.

Tuesday, August 07, 2007

TERAPI AUTIS,HYPERAKTIF &HYPOAKTIF

TERAPI ALTERNATIF KHUSUS ANAK AUTIS , HYPERAKTIF & HYPOAKTIF

Definisi : adalah gangguan berat dalam hal hubungan timbal balik dalam perkembangan komunikasi (termasuk bahasa), perilaku terbtas dan berulang-ulang (repetitif), keterbatasan kosa kata, aktivitas dan imajinasi.

Penyebab :Genetik (Kerentanan genetik,genetk suceptibility, Kontaminasi logam berat, Vaksinasi, Alergi, Viru & Jamur

Bagaimana bisa menyebabkan Autisma

Dari investasi penyebab diatas akan berakibat menurunnya sistem kekebalan tubuh (imunitas) berlanjut kepada alergi dan dalam tahap berikutnya menyebabkan gangguan pencernaan (saluran cerna) berupa peradangan usus (inflamasi) dan malabsorbsi dinding usus sehingga terjadi ketidakmampuan mencerna makanan dengan baik (intoleransi makanan).

Pemberian makanan berupa susu dan gandum akan berdampak hasil samping berupa apoioid atau sejenis morphin. Morphin akan berdampak pada sistem syaraf keseluruhan. Peradangan usus (inflamasi) akan berdampak pada akumulasi pertumbuhan pathogen usus berupa jamur, bakteri dan virus. Berkurangnya sistem kekebalan tubuh dapat pula menyebabkan degresi lapisan pelndung syaraf (myelin).

Akibat yang timbul dari gangguan sistem pencernaan mengakibatkan

Kerja liver sebagai detoksifikasi menjadi berat yang berakibat kelelahan liver.


Akibat yang ditimbulkan :

Akumulasi dan infertasi jamur, bakteri , virus dan toxin yang menyertainya adalah : hyperaktivitas, kontak mata tidak fokus, konsentrasi turun, kemampuan bicara lemah, turunnya kesadaran dan tingkah laku, perkembangan otak yang lambat.


Dampak morphin : kurang motivasi, emosi meningkat, persepsi dan respon yang lemah. Dampak kelelahan liver : Perhatian yang tidak fokus. Degradasi lapisan serabut syaraf : perilaku aneh.

Penanganan

  • Semua penanganan/ pengobatan dengan menggunakan bahan alam/ tumbuhan kecuali vitamin).
  • Diet makanan tertentu.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas) phllanhus niruri.
  • Detoksifikasi / perbaikan liver dengan curcuma, xanthrorrhizae rhizoma.
  • Anti radang/ lnflamasi dengan piper betle folia.
  • Vitamin
  • Perendaman kaki dengan larutan neurotransmitter untuk perbaikan fungsi syaraf dan hormonal.
  • Penyinaran digunakan untuk aktivasi motorik kasar / halus.
  • Spiritual digunakan untuk memperlancar gelombang elektromagnetik pada jalur energi manusia.


Rangkuman dari :

Children with starving brains, A medical treatment Guide For Autisma Spectrum Disoder By Jaquelyn Mc.Candless.MD 2003.

Gastrointestinal microflora studies in late on set autism-finegold sm, Mulitoris D, 2002.

Oral Imunoglobulis treatment on chronis disease, Tjellstrom, 1997.

Studies on Physiological and Metabolic response , Uduppa KN, 1971.

Monday, August 21, 2006

Pasien Terapi Autis,Hiperaktif

PERKEMBANGAN KESEMBUHAN ANAK MELALUI TERAPI

AJENG ( 9 Tahun) : AUTIS/HIPERAKTIF ADHD

Anak pertama kami, Diajeng Desiana Nindyasari, lahir bulan Desember 1997 di Yogyakarta.
Secara pisik pertumbuhannya sangat baik dan secara phisik, Ajeng, tidak memiliki kekurangan, dia tumbuh dengan pesat, namun sejak umur 4 bulan sudah merangkak dan gerakannya sangat cepat namun tanpa makna dan tidak merasa lelah .


Pada akhir bulan januari 2006, ajeng mulai diterapi Bpk.Guntur. Beliau sering menangani anak-anak seperti ajeng, bahkan pasien-pasien beliau rata-rata almunus luar negeri yang tidak tersembuhkan, ataupun melalui terapi-terapi lain.
Secara sejak itu secara rutin , ajeng diterapi dalam kondisi tidur dan setiap malam, kaki ajeng direndam dengan air hangat yang telah dicampur dengan larutan neurotransmitteri. Empat bulan kemudian, banyak kemajuan yang dialami ajeng, antaranya : emosinya sudah banyak stabilnya, siklus tidur sudah teratur (tidur jam 9 malam), dan sudah senang bermain seperi jigsaw, interaktif cd, bahkan matematika .
Ingin menghubungi kami, silahkan contact di No. HP : 0274-6520969 , 081 5780 54182 , 081 227534788

-----------------------------------------------------------------------------------

NAUFAL (8 Tahun) : Autis, Hiperaktif

Nama lengkapnya Naufal Fadhila , lahir tgl. 20 Februari 2006 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sekarang berdomisili di Samberan, Kranggan, Manisrenggo, Klaten Jawa Tengah. Putra pertama dari Bpk.Ibnu Sejati,SE dan Ibu Astantiningsih, SH. Didiagnosis mengalami kelainan Autis-Hiperaktif, dengan ciri-ciri utama : Tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan bicara, bicara tidak jelas, siklus tidur yang tidak teratur ( tidur malam diatas jam 12 ) dan gerakan yang banyak dan tanpa tujuan.

Naufal mulai diterapi bpk.Guntur pada bulan 2006, dan pada 2 (dua) bulan pertama setelah terapi banyak kemajuan yang diperolehnya seperti siklus tidur yang mulai teratur, lebih tenang, mulai memperhatikan lawan bicara (sebelumnya tidak mau berkomunikasi dengan orangtua).
Naufal mengenal terapi Bapak guntur berdasarkan informasi dari orangtua ajeng , dimana ajeng dan naufal bersekolah pada sekolah yang sama, yaitu di SD Taruna Imani Yogyakarta.

-----------------------------------------------------------------------
NURMA ( 4 Tahun) : HIPERAKTIF
Nama lengkapnya Nurma Hidayati , putri tunggal dari pasangan Bpk.Suprirubiyanto dan Ibu Suparmi. Nurma sekeluarga tinggal di Desa Sumberbatikan, Trirenggo, Bantul .

Kelainan utama yang diderita Nurma , antara lain :
belum bisa bicara, hiperaktif (walau belum bisa berjalan hal ini terlihat saat minta dibantu berjalan ), sulit sosialisasi, sering nangis tanpa sebab, emosi yang labil, siklus tidur yang tidak teratur seperti anak seusianya.


Sejak bulan Maret 2006, Nurma mulai diterapi oleh Bapak Guntur, namun sempat juga terhenti karena musibah gempa di Yogya.
Sekarang Nurma sudah bisa berjalan seperti anak-anak seusianya, siklus tidur yang baik, tidak menangis tanpa sebab, mempunyai teman sepermainan , gerakannya sudah mempunyai tujuan dan sudah bisa mengutarakan keinginannya (Yogyakarta, 7 Agustus 2006).
------------------------------------------------------------------------------------------------
TYO (7,5 Tahun) : AUTIS/HIPERAKTIF
Nama lengkapnya adalah Adi Sulistyo, anak ke 2 dari 4 bersaudara dari Bpk. Nurwadi dan Ibu Suhartini, lahir tgl. 26 Maret 1999.

Kelainan utama :Autis Hiperaktif , dengan tanda-tanda seperti tidak mau kontak mata ketika diajak bicara dengan lawan bicara, gerakan banyak dan tanpa tujuan, siklus tidur tidak teratur, bicara yang terbatas.

Bulan April 2006, Tyo mulai diterapi oleh Bpk.Guntur , dan pada minggu II sudah mulai menampakkan perkembangan yang baik antara lain : gerakan tanpa arahnya sudah mulai berkurang dan mau bereaksi bila dipanggil namanya.

Setelah 2 bulan terapi, siklus tidur Tyo sudah teratur, gerakannya terarah , bicara walaupu masih belum lancar namun sudah memiliki arti, minta sesuatu dengan bicara (tak lagi menarik tangan minta dibantu).( 8 Agustus 2006).

--------------------------------------------------------------------------------------
PUTRA (9,5 Tahun) : HIPERAKTIF

Nama lengkapnya Fidelis Hans Christian , putra dari Bpk.Agus ( pengusaha) dan Ibu Sri. Tinggal di Nitikan, Yogyakarta. Lahir melalui operasi Caesar, selanjutnya Putra tumbuh normal.

Pada Bulan Desember 2005, Putra menjalani terapi oleh Bpk.Guntur. Dan diakui oleh orangtua Putra, setelah 2 bulan terapi, banyak kemajuan yang diperoleh Putra antara lain : Gerakan yang kian terarah, ekspresi muka seperti anak normal, bicara sudah mulai banyak, dan mulai dapat bermain dengan temannya.(Yogyakarta, 6 Agustus 2006)